Minggu, 15 Maret 2009

Skala nominal merupakan skala yang paling lemah/rendah di antara keempat skala
pengukuran. Sesuai dengan nama atau sebutannya, skala nominal hanya bisa
membedakan benda atau peristiwa yang satu dengan yang lainnya berdasarkan nama
(predikat). Sebagai contoh, klasifikasi barang yang dihasilkan pada suatu proses
produksi dengan predikat cacat atau tidak cacat. Atau, bayi yang baru lahir bisa
laki-laki atau perempuan. Tidak jarang digunakan nomor-nomor yang dipilih
sekehendak ahti sebagai pengganti nama-nama atau sebutan-sebutan, untuk
membedakan benda-benda atau peristiwa-peristiwa berdasarkan beberapa
karakteristik. Sebagao contoh, dapat digunakan nomor 1 untuk menyebut kelompok
barang yang cacat dari suatu proses produksi dan nomor 0 untuk menyebut
kelompok barang yang tidak cacat dari suatu proses produksi. Skala nominal
biasanya juga digunakan bila peneliti berminat terhadap jumlah benda atau
peristiwa yang termasuk ke dalam masing-masing kategori nominal. Data semacam
ini sering disebut data hitung (count data) atau data frekuensi.

Skala ordinal ini lebih tinggi daripada skala nominal. Pada skala ini sudah dapat
membeda-bedakan benda atau peristiwa yang satu dengan yang lain yang diukur
dengan skala ordinal berdasarkan jumlah relatif beberapa karakteristik tertentu
yang dimiliki oleh masing-masing benda atau peristiwa. Pengukuran ordinal
memungkinkan segala suatu sesuatu disusun menurut peringkatnya masing-masing.
Sebagai contoh, pada tenaga penjualan bisa diperingkat dari yang “paling buruk”
sampai yang “paling buruk” berdasarkan kepribadian mereka. Atau, pada para
peserta kontes kecantikan dpat diperingkat dari yang “paling kurang cantik” sampai
yang “paling cantik”. Jika ingin bermaksud memeringkat n buah benda berdasarkan
suatu ciri tertentu, boleh ditetapkan nomor 1 untuk benda yang ciri tertentunya
paling kurang, nomor 2 untuk benda yang ciri tertentunya kedua paling kurang, dan
Statistika Non Parametrik Bab 1 : Pendahuluan dan Tinjauan
seterusnya hingga nomor n, untuk benda kadar ciri tertentu yang paling tinggi.
Sebagai contoh, para peserta lomba lari dapat diberi peringkat 1, 2, 3, …,
berdasarkan urut-urutan waktu yang diperlukan untuk mencapai garis finis. Data
semacam ini sering disebut data peringkat (rank data).

Tidak ada komentar: